Mengenal lebih Dekat Meningitis



Dalam kurun waktu beberapa hari ini kita diramaikan oleh pemberitaan tentang meninggalnya Komedian Indonesia Olga Syahputra. Sebagai orang Indonesia yang mencintai dan menyayangi saudaranra mari kita doakan semoga Almarhum Olga Syahputra mendapatkan tempat yang layak di sisi Nya. Menurut pemberitaan yang beredar dimedia on line maupun offline bahwa meninggalnya Almarhum dikarenakan sakit yang telah lama dideritanya yaitu penyakit meningitis. Pada postingan kali ini saya mecoba menguraikan sedikit tentang penyakit meningitis tersebut. 
Meningitis  adalah radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, Radang dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain. Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang. Gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala dan leher kaku disertai oleh demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia).  
Pada orang dewasa, gejala meningitis yang paling sering adalah sakit kepala hebat, yang terjadi pada hampir 90% kasus meningitis bakterial, diikuti oleh kaku kuduk (ketidakmampuan untuk menggerakkan leher ke depan).  Pada anak kecil, gejala yang telah disebutkan di atas seringkali tidak tampak, dan dapat hanya berupa rewel dan kelihatan tidak sehat. Ubun-ubun (bagian lembut di bagian atas kepala bayi) dapat menonjol pada bayi berusia hingga 6 bulan. Ciri lain yang membedakan meningitis dari penyakit lain yang tidak berbahaya pada anak adalah nyeri kaki, kaki-tangan yang dingin.
Untuk pemeriksaan apakah seseorang terkena gejala meningitis dapat dilakukan melalui pemeriksaan yang dikenal sebagai "jolt accentuation maneuver". Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan apakah sesorang terdapat meningitis pada pasien yang mengalami  demam dan sakit kepala. Pada pemeriksaan tersebut  pasien diminta untuk memutar kepalanya ke arah horizontal dengan cepat  jika sakit kepala tidak bertambah buruk, artinya bukan meningitis. Untuk beberapa kasus meningitis dapat dilakukan perlindungan untuk jangka panjang yaitu berupa pemberian vaksin atau jangka pendek dengan penggunaan antibiotik serta menerapkan perilaku hidup sehat. Meningitis dapat ditularkan melalui droplet/ludah dan sekret pernafasan selama kontak dekat seperti ciuman, bersin, ataupun batuk tetapi tidak disebarkan dengan hanya menghirup udara dimana penderita meningitis berada dan paling sering disebarkan melalui kontaminasi.

Semoga artikel mengenal lebih dekat meningitis yang sangat sederhana ini bermanfaat bagi sahabat semua. Sahabat menyukai artikel ini ? silahkan like dan share di bawah ini. Terimakasih


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal lebih Dekat Meningitis"

Posting Komentar